10 bulan di perantauan

Tepat tanggal 2 September 2016 saya menginjakkan kaki di Inggris. Ini bukan yang pertama, karena sebelumnya pernah berlibur di Inggris. Akan tetapi, ada yang berbeda karena status yang saya sandang bukan lagi visitor, melainkan sebagai seorang mahasiswa. At that time, I was really excited. Well, siapa yang tidak senang mendapatkan kesempatan sekolah gratis (thanks for funding my PhD, dear Indonesia). Ya, saya salah satu seorang yang beruntung mendapatkan beasiswa dari LPDP (udah pada tahu kan ya LPDP itu apa). Oke, bagi yang merasa asing, LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) sebuah beasiswa yang dibawahi oleh kementrian keuangan. Mungkin suatu hari nanti saya akan menulis bagaimana perjuangan mendapatkan beasiswa LPDP, walau sudah banyak di luar sana yang banyak menulis dan memeberikan tips tentang bagaimana mendapatkan beasiswa tersebut (tunggu cerita saya, ya).

Jadi, saya diterima di The University of Manchester (UoM) sebagai PhD Chemistry student. Pertama kali menginjakkan kaki di universitas rasanya seperti mimpi (well, ini memang mimpi saya) dan hingga sekarang pun masi surreal ada di sebuah kota yang ribuan miles dari kampung halaman. Saya merasa kagum dan amazed dengan fasilitas yang ada di kampus karena berbeda sekali dengan yang ada di almamater saya terdahulu, Universitas Airlangga (Unair). Sebagai contoh, di Indonesia hanya terdapat 4 NMR (se-Indonesia lho ya). Beruntungnya, Unair sudah punya NMR sendiri ketika saya mengenyam pendidikan disana. Di UoM, satu gedung kimia saja ada lebih dari 5 NMR. Bagaimana negara ini sangat maju di bidang riset sudah tidak perlu ditanyakan. Semua fasilitas memadai.

Singkat cerita, pada awal memulai status sebagai mahasiswa saya mengalami syndrome yang bernama academic shock. Dengan kemampuan pas-pasan yang saya miliki, dan bertemu orang-orang hebat, membuat saya sangat merasa kecil. Bukan remahan lagi, tapi sudah merasa seperti kuantum hahaha. Teman-teman bule saya memiliki basic yang kuat tentang kimia. Semua materi dengan sangat detail mereka paham. Saya? Jangan ditanya. Tapi disini saya belajar banyak dan tentunya dengan bantuan dari teman-teman bule saya yang super duper baik dan bright. Saya belajar banyak dan masih terus belajar (never give up!). Sebelum berangkat mama sempat mengatakan bahwa kuliah di luar negeri akan terasa berat (mama adalah seorang dosen yang sudah banyak merasakan atmosfir perkuliahan di berbagai negara). Saat itu saya berkata bahwa saya sudah mengetahui bahwa kuliah di luar negeri berat. Setelah merasakan, ternyata kuliah di luar negeri bukan hanya berat, tapi sangaaaaaaaat berat (bukan menakut-nakuti yang ingin kuliah di luar negeri). Akan terasa sulit di awal (di tengah juga sih, haha) tapi ada proses yang bernama adaptasi dan saya yakin, ini hanya tentang sebuah proses. Proses belajar untuk menjadi seperti teman-teman bule saya yang kece (I adore them, like seriously).

Sudah 10 bulan saya lalui. Mulai dari datang ke kampus jam 10 pagi, yang kemudian menjadi jam 9 pagi, hingga7 bulan ini berangkat jam 8 pagi. Pulang pun sekitar jam 6 petang hingga jam 8 petang. Sampai di rumah rasanya sudah lelah (curhat), tapi masih harus belajar (that’s life, dude). Tepat tanggal 15 Juli lalu saya mengumpulkan laporan riset tahun pertama saya dan akan ada ujian lisan untuk laporan ini, disebut viva. Di Inggris, setiap tahunnya, mahasiswa akan diuji tentang riset yang telah dikerjakan (dan ini ngeri, well opini saya). Saya akan diuji oleh dua orang Professor/Doctor (1 supervisor saya sendiri dan seorang dosen lain). Saat ini saya sedang menunggu jadwal (extremely worry). Mengingat saya harus mempersiapkan ujian tersebut, saya akan mengakhiri tulisan ini, hehehe. Semoga dimudahkan segala urusannya. Selamat malam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s